c_300_225_16777215_00_images_news_d8524998b67ad8f2cd9b6893958e7a1e.jpg

Ketahanan pangan Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta merupaka integrasi dari seluruh sektor mulai dari produksi dan distribusi baik untuk komoditi pangan yang dihasilkan di DIY maupun yang masuk ke DIY serta dengan memperhitungkan komoditi yang keluar dari DIY. Sebagai upaya menuju ketahanan pangan maka diperlukan adanya Grand Desain Tata Niaga Pangan dengan pendataan yang terintegrasi dari seluruh OPD terkait di DIY.Hal tersebut diutarakan oleh Tim Pengendali Inflasi DIY di hadapan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.

Terintegrasinya suatu data dari hulu sampai hilir sangat penting dalam tata niaga pangan di DIY . Tujuannya adalah mengendalikan inflasi dan merumuskan kebijakan pengendalian mulai dari tingkat produksi sampai distribusi. Dengan pengendalian yang tepat maka akan membantu para petani ketika menghadapi kendala permasalahan produksi dan pasca produksi serta mampu membantu perumusan kebijakan dalam distribusi komoditi melalui kerjasama antar daerah baik lokal  DIY maupun dengan daerah lain.

Dalam upaya membangun sistem tata niaga pangan, Pemda melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia untuk mensinergikan data dan informasi pangan yang bermanfaat untuk pengendalian inflasi dan perumusan kebijakan lain.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X juga menyampaikan apresiasinya akan pembentukan Sistem Informasi Tata Niaga Pangan di DIY ini. Selain itu sistem ini diharapkan dapat memecahkan permasalahan/kendala para petani, karena dengan adanya sistem informasi yang terbentuk, pemerintah dengan mudah dan cepat bisa melakukan intervensi membantu petani ketika menghadapi permasalahan pascapanen. Lebih lanjut sistem informasi ini tidak hanya tentang ketahanan pangan tetapi juga memiliki data yang lengkap salah satunya data yang terintegrasi dalam pengendalian inflasi di DIY.