c_300_225_16777215_00_images_news_71ee35c864862b40e134869c1fff4e91.jpg

Kinerja Inflasi DIY masih tercatat baik berupa deflasi 0,24 persen (mtm) pada April 2020. Dengan capaian tersebut inflasi DIY laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan April 2020 tercatat 0,50 persen (ytd) atau secara tahunan yakni 2,34 persen (yoy).

“Capaian inflasi DIY masih berada pada sasaran yang ditetapkan, yakni 3,0 persen +1 persen (yoy),” kata Wakil Ketua Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID) DIY Hilman Tisnawan.

Hilman menegaskan, terkendalinya inflasi DIY pada April 2020 disebabkan deflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food), sebagai dampak dari kecukupan stok pangan untuk memenuhi kebutuhan hingga Lebaran. Selain itu inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) juga menurun.

“Hal ini dipengaruhi penurunan tarif angkutan udara, akibat dari upaya pembatasan aktivitas masyarakat sehingga permintaan terhadap angkutan udara menurun,” ungkapnya.

Menurut Hilman, kondisi tersebut juga memengaruhi prakiraan inflasi pada saat Ramadan dan Idul Fitri yang lebih rendah daripada data historisnya. Pihaknya pun meyakini inflasi akan terkendali dan rendah di kisaran sasaran 3+1 persen sampai dengan akhir tahun 2020.

“Ramadan kali ini, bagi kami sangatlah unik. Jika tahun sebelumnya kami harus memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan harga tidak terlalu naik. Sebaliknya kali tren harga bahan pangan ada yang harus dikerek mengingat cenderung menurun harganya,” ungkap Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana.

Sumber : https://www.krjogja.com/