c_300_225_16777215_00_images_news_cde774c1dd0f6924cd23cb527b432ee7.jpg

Wates (11/12/2019) wartosekonomi.jogjaprov.go.id. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pasokan di pasar Bendungan dan PT Vinoli Antar Nusa Indah Kabupaten Kulonprogo, Rabu (11/12/2019). Dari hasil pemantauan ditemukan beberapa komoditas sembako mengalami kenaikan harga menjelang natal dan tahun baru (nataru) 2019.

Sejumlah sembako yang mengalami kenaikan di Pasar Bendungan Kulonprogo antara lain bawang merah, cabai, bawang putih, dan beras. Tri Saktiyana mengatakan ada kenaikan harga sembako tersebut meski tidak signifikan.

"Tiga hari pantauan ini rata–rata harga masih landai, meski ada kenaikan tetapi tidak signifikan," ujar Asisten Setda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan tersebut di sela memimpin pantauan harga di Pasar Bendungan Wates, Kulonprogo, Rabu (11/12/2019).

Seorang pedagang beras Pasar Bendungan, Sumirah mengatakan kenaikan harga beras mulai dirasakan pada bulan Desember, meski kenaikan tidak begitu signifikan. Dia menjelaskan stok beras miliknya cukup banyak dengan harga bervariasi dari Rp8.500 sampai Rp12 ribu per kilogram. Menurutnya kenaikan harga mulai terjadi bersamaan dengan masa tanam padi di wilayah Kulonprogo.

Tri Saktiyana mengatakan TPID DIY sudah melakukan komunikasi dengan Bulog. Mereka menjamin ketersediaan barang-barang khususnya beras. Setidaknya ada 40 ribu ton yang cukup untuk kebutuhan beras di lima kabupaten dalam empat bulan ke depan.

Dia meminta masyarakat untuk cerdas dalam membeli sembako sesuai kebutuhan untuk menjaga harga. "Masyarakat harus cerdas karena stok kita cukup melimpah," katanya.

Pemantauan dilanjutkan ke salah satu Distributor Minyak goreng PT Vinoli Antar Nusa Indah. Sugino selaku Supervisor Marketing PT Vinoli mengaku kenaikan minyak goreng mulai terjadi sejak bulan November. Sebelumnya harganya sekitar Rp8.900 sampai Rp10 ribu per liter.

Saat ini menurutnya harga minyak goreng mencapai Rp11 ribu per liter baik jenis curah atau kemasan. Dia memastikan persediaan minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Yogyakarta. "Kita ada 140 kiloliter, cukup untuk memenuhi kebutuhan," ucapnya

Pemantauan kebutuhan harga pokok tersebut terus dilakukan TPID DIY hingga Natal dan Tahun Baru 2019. Pihaknya memastikan untuk menjaga kestabilan harga yang ada di sejumlah pasar.

TPID DIY