c_300_225_16777215_00_images_news_38952de8f6aef01634027108889381db.jpg

Yogyakarta (10/12/2019) wartosekonomi.jogjaprov.go.id. Di hari kedua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok stratetgis ke Distributor, Superindo, Pasar Kranggan dan Pasar Beringharjo di Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Setda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Tri Saktiyana, M.Si.

Kunjungan pertama menyasar salah satu distributor bahan pokok strategis yaitu CV. Pangan Sejahtera yang terletak di Jl. KH Dahlan Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut Tejo sang pemilik mengemukakan adanya ketersediaan stok yang cukup. Namun demikian, dia juga mengeluhkan adanya gula ravinasi yang beredar di wilayah Yogyakarta. Ini menyebabkan gula lokal agak kurang laku karena mempunyai selisih harga lebih murah sekitar Rp2.000,-.

Selanjutnya Tim TPID menyasar ke Supermarket Super Indo yang terletak di Jalan Sultan Agung dan dilanjutkan ke pasar Kranggan serta Pasar Beringharjo. Di kedua pasar tersebut tidak ditemui adanya kenaikan harga yang signifikan, bahkan harga cenderung stabil. Meskipun terdapat beberapa komoditi yang sedikit mengalami kenaikan, yaitu bawang merah hal itu dikarenakan musim kemarau panjang. Saat ini masih memasuki masa tanam sehingga harus menghabiskan hasil panen yang kemarin. Hukum pasar akan berlaku, jadi wajar jika bawang merah naik.

Tri Saktiyana mengemukakan baik pasar maupun di gudang Bulog ketersediaan cukup. Di Bulog wilayah  DIY-Kedu tersedia beras 40.000 ton, yang cukup untuk persediaan 4 atau 5 bulan ke depan. Selain itu tersedia stok minyak 23.000 liter, tepung terigu tersedia 19 ton serta gula pasir tersedia 200 ton.

Pemantauan kebutuhan harga pokok tersebut terus dilakukan TPID DIY hingga Natal dan Tahun Baru 2019. Pihaknya memastikan untuk menjaga kestabilan harga yang ada di sejumlah pasar.

TPID DIY