c_300_225_16777215_00_images_news_ae96ace58b600fb0454e631139390dbe.jpg

Wonosari (09/12/2019) TPID DIY. Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 Tim Pengendalian Inflasi Daerah  (TPID) DIY kembali melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Argosari serta salah satu distributor bahan pokok di Desa Ngawu, Playen, Gunungkidul. Pemantauan ini rutin dilakukan setiap menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), guna memastikan kestabilan harga bahan pangan pokok serta menjaga kestabilan inflasi.

Dari hasil pantauan TPID di Pasar Argosari, harga komoditas volatile food hingga saat ini masih belum terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan, namun yang harus mendapat pehatian adalah komoditas minyak goreng. Beberapa pedagang menyebutkan kenaikan harga biasanya mulai terasa 1 minggu mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Perayaan hari besar keagamaan maupun libur nasional, sebaiknya ditanggapi secara bijak. Khususnya para pedagang agar dapat bersikap kooperatif dengan tidak perlu melakukan penimbunan bahan pokok sehingga mengakibatkan terjadinya lonjakan harga, sepanjang supply-nya terjaga, kebutuhan akan dapat tercukupi," ujar Ni Made Dwipanti Indrayanti S.T.,M.T. kepala Biro Adm. Perekonomian dan SDA Setda DIY.

Selanjutnya TPID DIY mengunjungi salah satu Distributor bahan pangan pokok di Desa Ngawu, Playen, Gunungkidul. Dari hasil pantauan tersebut, didapat keterangan bahwa stok yang dimiliki dapt mencukupi kebutuhan masyarakat selama perayaan natal dan tahun baru degan harga relatif stabil. Namun harga talur ayam mengalami kenaikan sekitar Rp1.500,-/kg. Kenaikan harga tersebut diduga bersinggungan dengan salah saru program bantuan sosial dari pemerintah.

Kharuddin, Staf Ahli Bupati Gunungkidul, yang ikut dalam pemantuan tersebut mengungkapkan bahwa Pemerintah akan melakukan evaluasi terkait dengan program bantuan sosial tersebut sehingga tidak ada tumpang tindih antara program–program pemerintah.

Selain memantau kondisi harga dan ketersediaan pasokan TPID DIY menggandeng Balai BPOM di Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa sampel bahan makanan diantaranya bakso, ikan asin teri, kerupuk, dll untuk  mengetahui apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak. Dari hasil uji ditemukan 3 bahan makanan yang positif mengandung bahan berbahaya yaitu formalin seperti teri nasi, cumi,  dan ikan asin. Namun demikian temuan tahun ini sudah semakin membaik dibanding tahun sebelumnya.

Balai BPOM akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan pembinaan kepada pedagang yang masih menjual bahan makanan mengandung bahan berbahaya. Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk selalu berhati-hati dalam memilih bahan makanan.

TPID DIY