Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta menggancerkan diseminasi varietas padi baru kepada petani sebagai alternatif untuk mendukung peningkatan produksi padi selama 2018.

"Kami memang terus berupaya mengenalkan varietas baru agar petani memiliki alternatif sesuai kondisi lahannya," kata Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta Joko Pramono di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, hingga saat ini BPTP Yogyakarta telah menghasilkan total sebanyak 78 benih atau varietas unggul baru. Sejumlah varietas yang sudah banyak dikenal petani antara lain inpari 33, inpari 31, inpari 19, inpago (gogo).

Varietas padi yang direkomendasikan bagi petani di lahan yang rentan serangan wereng coklat adalah inpari 31 dan inpari 33. "Sedangkan lahan yang tidak rentan serangan wereng bisa menggunakan inpari 30, inpari 32, hingga inpari 42," kata dia.

Khusus untuk musim kemarau saat ini, menurut Joko, BPTP Yogyakarta bersama Dinas Pertanian DIY telah menyosialisasikan pemanfaatan benih padi inpari 19, inpago (gogo), serta situ bagendit kepada petani. "Varietas padi jenis itu memang yang kami nilai paling sedikit membutuhkan air," kata dia.

Meski sudah banyak menghasilkan varietas baru, menurut dia, BPTP DIY masih akan terus berinovasi melakukan penelitian dan penemuan varietas baru.

BPTP Yogyakarta, menurut Joko, juga melakukan penyaluran langsung benih padi varietas baru kepada petani. Selama 2017, menurut dia, sebanyak 30 ton bantuan benih telah disalurkan ke petani di DIY.

"Kami memproduksi benih sumber kami berikan ke penangkar, kemudian kami juga memproduksi benih sebar untuk desimenasi untuk mengenalkan varietas-varietas unggul ke petani langsung," kata dia.

 

COPYRIGHT © ANTARA2018