Belasan hektare tanaman bawang merah di Bulak Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terserang hama ulat yang berakibat lebih dari 40 persen gagal panen.

Salah satu petani bawang merah Desa Srikayangan, Sulardi, di Kulon Progo, Senin, mengatakan tanamam bawang merah yang ditanam pada awal Mei hampir semua terserang hama ulat, dan yang gagal total panen sekitar 40 persen dari 35 hektare tanaman bawang merah di Bulak Srikayangan.

"Serangan hama ulat tahun ini sangat parah. Hama ulat sudah kebal dengan insektisida. Meski tanaman bawang merah sudah disemprot insektisida, ulat tidak mati," kata Sulardi.

Menurut dia, serangan hama ulat ini disebabkan petani tidak menerapkan pola tanam yang serempak, dan ulat sudah kebal insektisida. Petani menamam bawang merah asal-asalan, setiap ada lahan kosong, langsung ditanami.

"Untuk memutus mata rantai hama, perlu adanya kekompakan masa tanam. Sehingga hama yang berkembang dapat ditekan perkembangannya," katanya.

Sementara itu, petani bawang merah lainnya, Wali Sumarto mengatakan sejak usia satu minggu, tanaman bawang merah di lahan 2.000 meter miliknya sudah terserang hama ulat.

"Saya tanam bawang merah awal Mei sampai saat ini umur 50 hari selalu melakukan penyiangan hama ulat. Saya bersyukur, tanaman bawang merah dapat terselamatkan," katanya.

Wali mengatakan serangan hama tahun ini paling parah selama dirinya menanam bawang merah. Biasanya, dalam satu tahun, serangan hama ulat hanya sekali. Namun, tahun ini, serangan hama ulat selalu menyerang tanaman bawang merah.

"Hama yang sulit dihadapi petani itu, serangan hama ulat dan jamur. Kami membeli obat insektisida yang paling mahal pun tidak mampu membasmi serangan hama ulat," katanya.

Ia mengatakan harga bawang merah di tingkat petani cukup bagus. Bawang merah super berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kg. Kemudian, bawang merah biasa Rp25 ribu per kg.

"Kemarin, ada yang menjual bawang merah dengan lahan seluas 1.800 m2 dibeli Rp46 juta. Kami berharap harga jual 10 hari ke depan masih bagus," harapnya.

Selain itu, dirinya sudah menyiapkan dua kuintal bawang merah ditanam pada awal Agustus. Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan benih saat tanam raya.

"Saya tidak jera menanam bawang merah meski ada serangan hama. Ini sudah menjadi risiko dalam menanam bawang merah," katanya.

COPYRIGHT © ANTARA2018