mahalnya harga cabai dipengaruhi bebrapa faktor seperti kondisi cuaca, keterlambatan distribusi sampai pengaruh tengkulak. untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, selain sinergitas dari stakeholder terkait, alangkah lebih baiknya jika ada semacam penetapan harga maksimum dan mengoptimalkan gerakan menanam cabai sendiri. Apabila hal tersebut bisa dilakukan, selain harga cabai di pasaran lebih terkendali, petani akan tetap mendapatkan keuntungan.

"Untuk mengendalikan harga cabai, saya kira perlu ada penetapan harga maksimum. Bahkan supaya hasilnya optimal, tidak ada salahnya ada koordinasi lintas daerah," kata Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X di ruang kerjanya, Rabu (11).

selain beberapa hal diatas, menurut Wagub, bisa dilakukan lewat sistem informasi harga. Keberadaan sistem informasi harga sangat penting untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terkini soal harga kebutuhan pokok di pasran. Dengan begitu, selain harga kebutuhan pokok di pasaran menjadi lebih terkendali, diharapkan masyarakat bisa lebih cermat dalam mengelola keuangan.

Terpisah, Kepala BKPP DIY Arofa Noor Indrani mengatakan, melambungnya harga cabai terutama cabai rawit merah di sejumlah daerah akhirnya membuat pemerintah mengeluarkan program terobosan untuk menanam 5 hingga 10 tanaman cabai setia Kepala Keluarga bersama Tim Penggerak PKK agar bisa membantu penyediaan cabai sehingga masing-masing KK mampu memenuhi kebutuhan konsumsi cabai. Bagi keluarganya.

"Benih cabai nanti yang diminta untuk menyediakan dari Dirjen Hortikultura. Namun belum tentu siap karena program ini baru diwacanakan, belum ada tindak lanjut dari pusat terkait hal ini. Kesiapan benih cabai sendiri akan membutuhkan waktu satu hingga dua bulan sebelum nantinya didistribusikan," kata Arofa, Rabu (11).