Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat produksi padi di daerah ini sepanjang musim tanam 2016 mencapai sebanyak 175.026 ton.

"Untuk komoditas padi luas tanam selama 2016 realisasinya 30.058,5 hektare dengan produksi panen padi sebanyak 175.026 ton," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Selasa.

Menurut dia, luas tanam padi selama musim tanam 2016 itu didukung dengan luas lahan pertanian seluruh wilayah Bantul seluas 15.187 hektare, sebab dalam setahun ada lahan yang bisa ditanami satu kali hingga tiga kali tanam padi.

Ia mengatakan lupa dengan luas tanam dan produksi padi di Bantul selama musim tanam 2015, namun realisasi pada 2016 mengalami kenaikan produksi karena ada peningkatan produktivitas panen tiap hektarenya.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu (2015) produksinya (padi) naik, termasuk jagung produksinya juga naik, yang mengalami penurunan justru produksi kedelai," kata Pulung. 

Ia mengatakan untuk komoditas jagung luas tanam 2016 seluas 4.474,5 hektare dengan produksi 21,57 ton jagung, sedangkan kedelai luas tanam selama setahun seluas 1.246,9 hektare dengan produksi sebanyak 2.019 ton.

Menurut dia, faktor yang mengakibatkan penurunan luas tanam kedelai hingga berdampak pada produksi kedelai karena beberapa faktor, di antaranya faktor cuaca ekstrim yang terjadi pada musim tanam 2016.

"Faktor lainnya adalah harga, harga kedelai ini relatif lebih murah dari jagung, itu karena faktor kesenangan, masyarakat itu senang yang bijinya besar, begitu juga bakul lebih senang yang bijinya besar," katanya.

Sementara itu, terkait dengan upaya khusus (upsus) peningkatan produksi padi jagung dan kedelai (pajale), ia mengatakan, pada 2017 semua kelompok tani diminta membuat pedoman tana tanam tepat sebagai acuan kegiatan tanam.

"Dalam pedoman tanam tepat itu akan muncul kalau misalnya musim padi, varietasnya apa dan sebagainya, sehingga petani gampang menentukan. Pedoman ini perhitungkan iklim, kondisi lahan dan ketersediaan air," katanya.

 

(sumber: http://jogja.antaranews.com/)