Pemerintah Desa Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya melakukan pembangunan pertanian yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

"Untuk mewujudkannya perlu sumber daya manusia yang andal, mampu mengelola usaha tani yang berorientasi bisnis, berkualitas dengan ciri mandiri, profesional, berjiwa wirausaha, berdedikasi, punya etos kerja dan moral yang tinggi serta berwawasan global," kata penyuluh pertanian Desa Karangmojo Dyan Sukmawati di Gunung Kidul, Kamis.

Untuk itu, kata Dyan, Pemdes Karangmojo perlu upaya pemberdayaan petani, penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani guna meningkatkan kesejahteraannya. 

Selain itu perlu penyuluhan dengan cara pendekatan ke kelompoktani, pelatihan, perlindungan usaha dan membangun jaringan kerjasama dan komunikasi baik dengan pemerintah maupun swasta.

"Untuk itu, kami melakukan upaya penguatan kelembagaan kelompok tani," katanya.

Dyan mengatakan penguatan kelompok tani dengan mengadakan koordinasi antara kelompok tani, kelompok wanita tani dan gapoktan yang berjumlah sekitar 20 kelompok, penyuluh pertanian di BP3K Karangmojo, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Koordinator BP3K Karangmojo Muhari Abbas mengimbau kelompok tani dan KWT untuk memperbarui data kelompok. Data tersebut merupakan bahan menyusun rencana kerja kelompok dan dapat dijadikan bahan pengambilan kebijakan atau keputusan di tingkat desa atau tingkatan yang lain.

"Ketersediaan pupuk dan benih, cara pengajuan proposal serta pengelolaan gapoktan juga mewarnai diskusi pada pertemuan tersebut," katanya.

Selain itu Babinsa Karangmojo mendata lima kelompok tani yang rencananya akan dikunjungi oleh Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Inf. Taufik Hanif Desember mendatang. 

"Diharapkan kehadiran Dandim di kelompok mampu memberikan motivasi pada anggota kelompok dalam berusaha tani menjadi lebih baik dan menguntungkan," kata Abbas. 

 

sumber:http://jogja.antaranews.com/