PT Petrokimia Gresik meluncurkan produk terbaru berupa pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus untuk menjawab kondisi lahan pertanian yang mengalami defisiensi unsur Zink yang cukup signifikan.

"Mayoritas kondisi lahan pertanian dunia mengalami defridiendi unsur Zink. Berdasar data International Fertilizer Association (IFA), Indonesia termasuk wilayah dengan defisiensi paling parah di dunia. Padahal Zink merupakan salah satu unsur hara mikro yang esensial bagi tanaman," kata Direktur Produksi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya dalam acara peluncuran NPK Phonska Plus di Sleman, Yogyakarta, Kamis malam.

Menurut dia, Zink bermanfaat dalam memaksimalkan penyerapan unsur hara makro Nitrogen (N), Phospat (P), dan Kalium (K). Selain itu, Zink juga berfungsi mendukung pertumbuhan vegetatif dan buah, sekaligus memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama.

"Kami ingin menawarkan solusi terhadap masalah defisiensi Zink pada lahan pertanian. Ini merupakan produk non subsidi dengan kualitas lebih baik namun harga terjangkau," katanya.

Dihadapan 115 distributor yang berasal dari Jateng dan DIY, dia menyatakan optimisme kehadiran produk ini dapat diterima pasar. Mengingat besarnya potensi pupuk NPK di Indonesia yang rata-rata pertumbuhan kebutuhannya mencapai 6,53 persen per tahun.

"Selain itu, alokasi pupuk NPK bersubsidi dalam kurun dua tahun terakhir juga terus dikurangi menjadi hanya sebesar 2,5 juta ton. Padahal kebutuhan pupuk NPK untuk sektor pangan, hortikultura, dan perkebunan rakyat mencapai 6,6 juta ton per tahun. Selisih itu yang kami manfaatkan dengan menyediakan pupuk nonsubsidi berkualitas," katanya.

Ketut mengatakan, untuk membuktikan mutunya, produk ini sudah kami uji di sejumlah titik, dan hasilnya mampu meningkatkan panenan padi hingga sembilan persen dibanding penggunaan pupuk NPK Phonska biasa tanpa Zink.

"Selain uji aplikasi, kami juga menerapkan 772 demplot di 95 kabupaten. Dari demplot itu didapatkan rata-rata peningkatan panen 0,85 ton gabah kering per hektare atau 12 persen. Sosialisasi produk akan mulai digencarkan pada awal 2017," katanya.

Ia mengatakan, dari segi ketersediaan produk, realisasi produksi NPK Phonska Plus mencapai lebih dari 5 ribu ton. Sebagian besar telah didistribusikan ke sejumlah daerah. 

"Kami menargetkan produksi dan pemasaran sebanyak 15.000 ton pada bulan Oktober sampai Desember 2016. Sedangkan 2017, ditargetkan total produksi sebesar 100.000 ton," katanya. 

 

sumber:http://jogja.antaranews.com/