Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani dalam masa tanam tahun ini masih aman sehingga petani tidak perlu khawatir.

Kepala Seksi Bidang Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan ESDM Gunung Kidul Supriyadi di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan dua produsen pupuk bersubsidi milik BUMN, PT Petrokimia Gresik dan PT Pusri, menjamin ketersedian pupuk saat musim tanam tahun ini.

"Mereka sudah menjamin ketersediaan pupuk aman," katanya.

Ia mengatakan setiap tahun produsen pupuk menyediakan pupuk bersubsidi. Dari kuota yang ada, sebagian besar sudah ditebus atau diambil oleh petani.

PT Petrokimia Grsik menyediakan sejumlah pupuk bersubsidi, di antaranya SP, Za, KCL, Phonska, dan Petroorganik. Kuota untuk jenis pupuk SP per tahun sebanyak 36.682 ton, Za, 207 ton, KCL 974 ton, Phonska 5806 ton, dan Petroorganik sebanyak 534 ton.

Kouta dari PT Pusri tahun ini sebanyak 11.960 ton. Pupuk bersubsidi jenis urea ini disalurkan melalui tiga distributor, masing-masing KUD Subur kuota 4.894 ton, FAI Putra 4.431 ton, dan KUD Mekar 2.635 ton.

"Melihat jumlah tersebut, kemungkinan untuk kekurangan sangat kecil," katanya.

Supriyadi mengatakan kalau ada wilayah yang mengeluhkan kekurangan pupuk, ada kemungkinan karena petani tidak terdaftar dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

"Penyaluran pupuk bersubsidi harus melalui RDKK," katanya.

Ia mengatakan seiring pemahaman masyarakat tentang penyaluran pupuk bersubsidi sehingga minim aduan dari masyarakat.

"Dibanding tahun sebelumnya persoalan pupuk semakin baik," katanya.

Kapolres Gunung Kidul AKPB Nugrah Trihadi mengimbau masyarakat untuk ikut memberikan pengawasan terkait penyaluran pupuk bersubsidi. 

Kepolisian mengoptimalkan peran anggota terutama babinkamtibmas untuk penawasan.

"Tidak bisa hanya petugas, tetapi peran aktif masyarakat harus ada untuk pengawasan," katanya.

 

sumber: http://jogja.antaranews.com/