Kota Yogyakarta pada bulan Juni 2013 mengalami inflasi 0,84% karena ada kenaikan harga - harga yang menyebabkan berubahnya angka - angka indeks harga konsumen.

"Ada lima kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan sehingga memicu terjadinya inflasi di kota Yogyakarta," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wien Kusdiatmono di Yogyakarta.

Menurut dia lima kelompok pengeluaran itu adalah kelompok bahan makanan naik 1,44%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,38%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,32%.

Selain itu kelompok kesehatan juga naik 0,54% dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 2,82%.

"Namun, satu kelompok pengeluaran pada Juni 2013 mengalami penurunan yaitu kelompok sandang turun 0,36%, sedangkan satu kelompok relatif stabil yakni kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga," katanya.

Ia mengatakan, dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada bulan Juni 2013, sebanyak 65 kota mengalami inflasi sedangkan satu kota mengalami deflasi.

Inflasi terbesar terjadi di kota Sibolga sebesar 1,96%, sedangkan inflasi terkecil yakni 0,11% terjadi di kota Gorontalo. Satu - satunya kota yang mengalami deflasi adalah kota Ambon sebesar 0,15%.

(Sumber: http://jogja.antaranews.com)