Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang segera diberlakukan dalam waktu dekat ini tidak tepat dari segi waktu.

"Bukan masalah dampaknya, tapi waktu yang kurang pas, karena saat ini di DIY sendiri baru pendaftaran anak sekolah, juga mendekati bulan puasa dan lebaran," kata ketua Dagang dan Kamar Industri DIY, Gonang Juliastono, Rabu.

Usai kunjungan keja ke Kabupaten Bantul, Gonang mengatakan, saat seperti ini biaya yang harus dikeluarkan masyarakatuntuk memenuhi kebutuhan belanja dan lain - lain termasuk pendidikan akan lebih besar dibanding saat hari biasa.